Unattended, Nisan Patih Mangundirejo Sumenep Made from Marble
Nisan Patih Mangundirejo yang berada di luar pagar utama Asta Tinggi (Makam raja-raja Sumenep), Kebonagung, Sumenep City, Madura, Jawa Timur sangat unik dan karakter. 5 minuman Semula Jadi Terbaik Untuk Merawat Gastritis
Malangnya, diperhatikan tidak terkawal dan sudah ada retakan di makam kubur (kuburan). Patih Mangundirejo adalah paten Duchy of Sumenep (tingkat kanji di Majapahit / Gajah Mada).
"Keadaan ini tidak teruk dan sudah ada retakan," kata salah seorang ahli sejarah Sumenep, Hairil Anwar, di PortalMadura.Com, Jumaat (22/6/2018).
Dia menjelaskan bahwa gaya dan bahan bangunan cupola cangkup Patih Mangundirejo memiliki gaya khas kolonial Islam. "Gaya tempatan dan klasik Eropah. Batu nisan saya fikir megah dan diperbuat daripada marmar, "katanya. 4 Rahsia Disebalik kebaikan Kentang
Menurutnya, ada inskripsi yang dapat digunakan sebagai rujukan pengetahuan sejarah, yaitu Patih Mangundirejo meninggal pada tahun 1796 Masehi. "Ia (Patih Mangundirejo, ed) meninggal dunia dalam pertempuran melawan tentara Inggris yang datang ke Sumenep atau pada hari terakhir VOC (perkongsian perdagangan transisi)," jelasnya.
Tulisan-tulisan yang terkandung dalam makam kubur kubur dan huruf Jawa dan Arab. "Dalam inskripsi terdapat penjelasan mengenai kematiannya," katanya. 3 resipi smoothie yang mengetengahkan faedah kunyit
"Jadi, terdapat inskripsi kuda terbang, dan inskripsi Bulan Sabit, dan inskripsi pada batu nisan," tambahnya.
Satu lagi sumber yang disebutkan, panjang makam mencapai 274 cm, lebar 145 cm. Walaupun panjang jirat 250 cm dengan lebar 127 cm dan tinggi 90 cm. Untuk batu nisan, lebar 41 cm, tinggi 73 cm dan tebal 20 cm.
Di kawasan itu, ada juga makam yang diramalkan putra dan isteri Patih Mangundirejo. (Hartono)
Malangnya, diperhatikan tidak terkawal dan sudah ada retakan di makam kubur (kuburan). Patih Mangundirejo adalah paten Duchy of Sumenep (tingkat kanji di Majapahit / Gajah Mada).
"Keadaan ini tidak teruk dan sudah ada retakan," kata salah seorang ahli sejarah Sumenep, Hairil Anwar, di PortalMadura.Com, Jumaat (22/6/2018).
Dia menjelaskan bahwa gaya dan bahan bangunan cupola cangkup Patih Mangundirejo memiliki gaya khas kolonial Islam. "Gaya tempatan dan klasik Eropah. Batu nisan saya fikir megah dan diperbuat daripada marmar, "katanya. 4 Rahsia Disebalik kebaikan Kentang
Menurutnya, ada inskripsi yang dapat digunakan sebagai rujukan pengetahuan sejarah, yaitu Patih Mangundirejo meninggal pada tahun 1796 Masehi. "Ia (Patih Mangundirejo, ed) meninggal dunia dalam pertempuran melawan tentara Inggris yang datang ke Sumenep atau pada hari terakhir VOC (perkongsian perdagangan transisi)," jelasnya.
Tulisan-tulisan yang terkandung dalam makam kubur kubur dan huruf Jawa dan Arab. "Dalam inskripsi terdapat penjelasan mengenai kematiannya," katanya. 3 resipi smoothie yang mengetengahkan faedah kunyit
"Jadi, terdapat inskripsi kuda terbang, dan inskripsi Bulan Sabit, dan inskripsi pada batu nisan," tambahnya.
Satu lagi sumber yang disebutkan, panjang makam mencapai 274 cm, lebar 145 cm. Walaupun panjang jirat 250 cm dengan lebar 127 cm dan tinggi 90 cm. Untuk batu nisan, lebar 41 cm, tinggi 73 cm dan tebal 20 cm.
Di kawasan itu, ada juga makam yang diramalkan putra dan isteri Patih Mangundirejo. (Hartono)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar